RANGKUMAN PRAKTIKUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK

  Muhammad Arsyad D(181080200247)

1.    ANALISA DAN DESAIN TERSTRUKTUR

Berikut ini adalah tahapan-tahapan perancangan dengan menggunakan DFD:
1.      Membuat DFD Level 0 atau sering disebut juga Context Diagram
2.      Membuat DFD Level 1
3.      Membuat DFD Level 2
4.      Membuat DFD Level 3 dan sterusnya
Pada satu diagram DFD sebaiknya jumlah modul tidak boleh lebih dari 20 buah. Jika lebih dari 20 buah mosul, diagram akan terlihat rumit dan susah untuk dibaca sehinggan menyebabkan sistem yang dikembangkan juga menjadu rumit.

            Kamus Data
Kamus data pada DFD nanti harus dapat dipetakan dengan hasil perancangan basis data yang dilakukan sebelumnya. Jika ada kamus data yang tidak dapat dipetakan pada tabel hasi perancangan basis data berarti hasil perancangan basis data dengan oerancangan dengan DFD masih belum sesuai, sehingga harus ada yang diperbaiki baik perancangan basis datanya, perancangan DFD-nya, atau keduanya.

      2.    ANALISA DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK ( CLASS DIAGRAM)

1.      CLASS DIAGRAM
Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem . Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas. Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas
Diagram kelas dibuat agar pembuat agar program atau programer membuat kelaskelas sesuai rancagan di dalam diagram kelas agar anatara dokumentasi perancangan dan perangkat lunak sinkron. Banyak berbagai kasus, perancangan kelas yang dibuat tidak sesuai dengan kelas-kelas yang dibuat pada perangakat lunak, sehingga tidaklah ada gunanya lagi sebuah perancangan karena apa yang dirancang dan hasil jadinya tidak sesuai.
2.      COMPONENT DIAGRAM
Diagram komponen atau component diagram dibuat untuk menunjukan organisasi dan ketergantungan diantara kumpulan komponen dalam sebuah sistem. Diagram komponen fokus pada komponen sistem yang dibutuhkan dan ada di dalam sistem. Diagram komponen juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut:
·         Source code program perangkat lunak
·         Komponen executable yang di lepas ke user
·         Basis data secara fisik
·         Sistem yang harus beradaptasi dengan sistem lain

       3.     ANALISA DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK ( USE CASE DIAGRAM)

1.      USE CASE DIAGRAM
Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsi sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan funsgsi-fungsi itu.
Syarat penamaan pada use case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin  dan dapat dipahami . Ada dua hal utama pada use case yaitu pendefinisian apa yang disebut aktor dan use case.
·         Aktor merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang.
·         Use case merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.

2.      ACTIVITY DIAGRAM
Diagram aktivitas atau activity diagram menggabarkan workflow (aliran kerja) atau aktifitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak . Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggabarkan sistem bukan apa yang dilakuakn aktor , jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem .

Diagram aktivitas juga banyak digunakan untuk mendefinisikan hal-hal berikut :
·         Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yang digambarkan merupakan proses bisnis yang didefinisikan
·         Urutan atau pengelompokan tampilan dari sistem / user interface dimana setiap aktivitas dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan
·         Rancangan pengujian dimana setiap aktivitas dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefinisikan kasus ujinya
·         Rancangan menu yang ditampilkan pada perangkat lunak

3.      STATE MACHINE DIAGRAM
State machine diagram atau statechart diagram atau dalam bahasa Indonesia disebut diagram mesin status atau sering juga disebut diagram status digunakan untuk menggabarkan perubahan status atau transisi status dari sebuah mesin atau sistem atau objek. Jika diagram sekuen digunakan untuk interaksi antar objek maka diagram status digunakan untuk interaksi di dalam sebuah objek. Perubahan tersebut digambarkan dalam suatu graf berarah. State machine diagram merupakan pengembangan dari diagram Finite State Automata dengan penambahan beberapa fitur dan konsep baru . Diagram Finite State Automata (FSA) ini biasanya diajarkan dalam mata kuliah Automata. State machine diagram cocok digunakan untuk menggabarkan alur interaksi pengguna dengan sistem. Berikut ini adalah contoh gambar diagram mesin status.

      4.    ANALIS DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK ( SEQUENCE DIAGRAM)

Diagram sekuen menggabarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan massage yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambarkan diagram sekuen maka harus diketahui objek - objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode - metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu. Membuat diagram sekuen juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use case.
Banyaknya diagram sekuen yang harus digambarkan adalah minimal sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup pada diagram sekuen sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan maka diagram sekuen yang harus dibuat juga semakin banyak.

1.      COMMUNICATION DIAGRAM
Communication Diagram atau diagram komunikasi pada UML versi 2.x adalah penyerderhanaa dari diagram kolaborasi (collaborattion diagram) pada UML Versi 1.x Collaborattion Diagram  sudah tidak muncul lagi pada UML Versi 2.x. Diagram komunikasi sebenarnya adalah diagram kolaborasi tetapi dibuat untuk tiap sekuen. Diagram komunikasi menggabarkan interaksi anatar objek / bagian dalam bentuk urutan pengiriman pesan . Diagram komunikasi mempersentasikan informasi yang diperoleh dari diagram kelas, Diagram sekuen dan diagram use case untuk mendeskripsikan gabunagn anatara struktur statis dan tingkah laku dinamis dari suatu sistem.

2.      INTERACTION OVERVIEW DIAGRAM
Interaction overview diagram mirip dengan diagram aktivitas yang berfungsi untuk menggambarkan sekumpulan urutan aktivitas. Interaction Overview Diagram adalah bentuk aktivitas diagram yang setiap titik mempresentasikan diagram interaksi. Interaksi diagram dapat meliputi diagram sekuen, diagram komunikasi, interaction overview diagram, dan timing diagram.

      5.     STUDI KASUS PROJECT

1.      STUDI KASUS UML
Overview
Bab ini berisi studi kasus analisa dan desain berorientasi menggunakan diagram UML. Studi kasus yang digunakan adalah pengembangan Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan seperti pada bab sebelumnya. Hal-hal yang dilakukan dalam analisa dan desain berorientasi objek ini meliputi :


·         Use Case
·         Diagram Kelas
·         Diagram Objek
·         Diagram Sekuen
·         Diagram Kolaborasi/komunikasi
·         Diagram Status
·         Diagram Aktivitas
·         Diagram komponen
·         Diagram Deployment

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RANGKUMAN LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

RANGKUMAN PRAKTIKUM BASISDATA

RANGKUMAN LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI